Tuesday, 7 March 2017

PANCASILA 1-06-1945




PANCASILA
1-06-1945

     Gagasan yang bernilai tinggi yang bermanfaat bukan hanya untuk Indonesia saja namun juga untuk seluruh bangsa bila mau diterapkan seperti pancasila, BERDIKARI, perdamaian dunia, penolakan penjajahan dalam bentuk apapun, yang dalam pembahasan ini yaitu PANCASILA, berbagai sudut pandang dalam memandang pancasila saakan tak pernah ada habisnya dibedah.  Keluhuran nilai yang terkandung menjadikan pelindung bagi bangsa dan Negara Indonesia. disadari atau tidak tapi itulah yang dirasakan seluruh bangsa Indonesia. Maka berbagai cara digunakan untuk melemahkan bahkan menghancurkan sistem Pancasila.

     Pancasila yang gagah perkasa berhadapan dengan ideologi – ideologi dunia lain, seperti komunisme, kapitalisme, dan isme – isme lainnya selalu sempurna karena irinya ideologi lain yang menatap pancasila seakan ingin menyetubuhi pancasila. Biarpun pancasila merupakan penyempurnaan dari faham – faham sosialis tapi jauh dari itu, pancasila diambil dari nilai luhur budaya Indonesia yang digali oleh founding father kita. Banyak yang menganggap bahwa demokrasi sebagai penyempurna pancasila sehingga terbentuklah “demokrasi pancasila” padahal itu jauh berbeda. Seperti orasi bung karno bahwa, “demokrasi Indonesia adalah pancasila, komunis / sosialisnya Indonesia adalah pancasila” dengan demikian pancasila sebagai filterisasi dari berbagai ancaman yang menghancurkan bangsa dan Negara Indonesia.

     Sejak pancasila di tetapkan bertathun – tahun lalu berbagai upaya di buat untuk meredam atau memperlemah hingga sampai saat ini pemahaman pancasila hanyalah sebatas 5 butir dan simbol saja. Masuk pada tahap pemahaman banyak terdistorsi. Kesalahan ketidaktahuan adalah karena kita yang tidak mau belajar dan terus belajar. Tidak berjalannya Sistem perwakilan dalam sila ke-4 menjadi bukti bahwa pancasila di setubuhi.

Lalu siapakah yang pantas menjadi wakil – wakil dari golongan masyarakat ?
1.      Tokoh agama
2.      Cendikiawan
3.      TNI dan bala pertahanan
4.      Tokoh Pemangku adat, raja, sultan
5.      Organisasi profesional

     Dari sistem yang berjalanpun saat ini solah menjadi hak preogratif penguasa (bukan pemimpin) bukan berasal dari keinginan rakyat tetapi keinginan penguasa. Dan juga alur keputusan sebuah permasalahan pun tidak berjalan dengan semestinya, yaitu tidak difilter melalui pancasila (5 kali pemfilteran) dan baru bisa diambil sebuah keputusan. Disadari atau tidak inilah kenyataannya.
Semoga dapat menjadi refleksi dari kejenuhan sahabat – sahabat pembaca, kami penulis berharap agar kita kembali menekuni PANCASILA yang menjadi ideologi kita untuk menjawab segala permasalah dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara


Wallahulmuaffieq ila aqwamith tharieq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Monday, 6 March 2017

MALAM SEPERTIMU








MALAM SEPERTIMU 


Beribu Bintang yang kutatap Di langit
Hanya satu yang begitu indah di tatapanku
Begitu juga hidup ini banyak sekali yang indah
Namun dirimulah yang kutatap indah

Ku tak yakin Bulan mampu menerangi malam
Namun ku mampu yakin karena bulan malam pun terang
begitu juga hidup ini yang begitu gelap tanpa terang
Kehadiranmu yang membuat hidupku terang

Lampu penghias terangnya bumi 
Tanpa lampu bumi pun tak akan indah
Begitu pun kasihmu sebagai penghias hidupku
Dan sayangmu sebagai keindhan hidupku



Friday, 10 February 2017

Perjalanan Cinta Si Bekbek dan Ndoo Part 1

Part 1

     Sebuah kisah lucu yang di buat penulis untuk mengingat sejarah percintaan yang di alami penulis, begitu unik dan perlu di tuliskan agar terus dapat mengingat perjalanan tersebut. Berawal dari sebuah pertemuan yang tidak di sengaja di suatu tempat yang begitu sangat tidak romantis namun tempat itulah awal dari cinta yang lama bersemi kembali, sebelum kita mulai cerita yang begitu unik dan menarik untuk di tulis penulis akan perkenalkan objek yang akan di ulas olh penulis.
     Maul adalah seorang laki - laki yang beranggapan dirinya tampan dan cerdas, Hidupnya selalu mengalami tragis dalam soal keuangan dan percintaan, dan selalu tersenyum apabila percintaan Maul ini sering dalam bencana dan selalu tragis, kisah percintaannya selalu mengalami kegagalan dan selalu menjalaninya 2 bulan itu pun di paksakan sehingga terkadang Maul yang menggap dirinya tampan dan cerdas ini mulai frustasi dalam menjalankan percintaan,itu baru percintaan di tambah lagi soal keuangan maul sering mengalami nasib yang sangat kurang bagus dan menarik dalam keuangan dan sulit mencari solusi yang di hadapinya.
    Objek yang kedua ini bernama  Hajar adalah kaum hawa yang tomboy suka sekali dengan keributan, jutek dan cuek dalam segala hal walaupun manis laki - laki pun enggan mau mendekati dia, setiap soal percintaan tidak ada yang ingin sekali berpacaran dengan wanita ini karena kaum laki -laki sudah tak sanggup melihat muka yang sangat jutek dan cuek ini, sampai-sampai yang tidak sepaham dengan dia pasti menjadi bulan-bulanan setiap ketemu dia.
     Di hari minggu tepatnya di bulan november maul sedang berjalan menuju counter yang biasa di tongkrongi oleh kawan-kawannya ketika itu pula tanpa di sengaja bertemu dengan seorang wanita yang dulu pernah singgah di hatinya, wanita yang lama sekali tidak berjumpa setelah perpisahan yang tidak jelas itu. Wanita yang di zaman sekolah pernah berpacaran walaupun sebentar karena di sibukan ujian sekolah oleh maul. Dua tahun sudah mereka tak jumpa dalam perpisahan yang tidak jelas waktu itu dan di hari itu bertemu dengan sengaja.

Maul : apa kabar?
Hajar : kenapa loe.
Maul  : galak banget sih
Hajar : Biarin (dengan nada sewotnya)
Maul  : Udah lama banget ngga ketemu
Hajar : Masih inget loe
Maul  : apanya masih inget?
Hajar : Ngeselin loe
     
     Dengan nada kesal hajar pergi tapi menghiraukan panggilan Maul.
     Dari pertemuan itulah awal dari sebuah kisah yang lama bersemi kembali dan satu sama lain sibuk mencari informasi melalui teman dekat maupun media sosial, namun pertemuan 
Pertama itu membuat Maul menjadi begitu sangat senang dan berharap untuk bertemu kembali walaupun dalam pertemuan tersebut sifat jutek dan cuek selalu saja tidak lepas dari sikap wanita yang selalu ia kagumi, Di dalam posisi inilah betapa menyesalnya maul meninggalkan seorang wanita yang manis walaupun jutek dan cuek.
     Bulan November begitu cepat tanpa ada kabar sehingga maul agak frustasi untuk mendapatkan cintanya kembali, masuk di bulan desember tepatnya tanggal 1 pertemuan yang cukup lama di  dambakan akhirnya hadir di depan mata dan counter pulsa pun menjadi saksi perjumpaan yang tidak di janjikan itu, sontak maul sedikit gerogi dalam perjumpaan tersebut.

maul   : Hajar abis dari mana?
Hajar  : abis pulang kerja mau beli pulsa
maul   : ohhh
Hajar  : mau kmn loe?
Maul  :  tumben nanya ( dalam hati )
               Dari rumah mau beli pulsa
Hajar  : ohh yaudah.

     Dalam perjumpaan tersebut maul lupa minta nomor handphone Hajar untuk pendekatan lebih lanjut, dipertengahan jalan maul inget tadi Hajar baru saja ngisi pulsa akhir maul kembali lagi ke counter pulsa untuk meminta nomor Handphone Hajar, saat kembali ke counter pulsa maul  berjumpalah dengan sahabat - sahabat tongkrongan yang di kenal dengan prapistan di saat itu Maul lupa untuk kembali meminta nomor Handphone ke counter Mba Nur.
     Sesampai di rumah Maul tersadar bahwa ada hal yang dia lupakan untuk masa depannya yaitu meminta nomor handphone agar hubungan dengan Hajar mulai  terjalin baik, sesampai di kamar penyesalan timbul karena kelalaian dan kurangnya daya ingat dan itulah kelemahan yang selalu di bawa dari kecil hingga dewasa selalu lupa apa yang di tuju.
     Dikeesokan hari tidak tunggu lama maul langsung ke counter handphone untuk menanyakan nomor handphone Hajar dengan cara membeli pulsa agar tidak ketauan banget untuk mencari nomor telephone oleh sih penjual pulsa yang biasa di panggil Mba nur di kalangan remaja di sekitar.

Maul       : Nih nomornya Mba yang 10 ya
Mba nur : Tumben pagi - pagi beli pulsa
Maul       : Lagi butuh pulsa banget Mba
Mba nur : Buat nelphone pacar y?
Maul       : saya kan ngga punya pacar
Mba nur : ah yang bener
Maul       : oh iy Mba boleh nanya ngga?
Mba nur : apa to leee
Maul       : Tau nomornya Hajar ngga?
Mba nur : buat apa kamu
Maul       ; buat komunikasi mba
Mba nur  : Nanti saya tanyakan dulu ke orang yang bersangkutan.
Maul       : jadi ngga di kasih nih ( dengan nada kesal langsung pergi meninggali)
Mba nur  : Dasar wong lanang kelakuannya

     Hari demi hari dilalui tanpa ada kehidupan cinta yang ia harapkan tumbuh bersemi di dalam hati yang sampai saat ini masih banyak ruang hampa, kegiatan yang membosankan membuat Maul makin tak mampu menahan keinginan untuk bertemu dan berkomunikasi kembali, begitu sangat rindu hingga sampai terbawa oleh mimpi yang begitu seperti nyata dalam kehidupan dan terkadang memanggil nama Hajar di dalam tidurnya.
     Selang berapa lama Maul mendapatkan pesan singkat, tanpa di duga pesan singkat tersebut datang dari seorang yang telah lama ia kagumi dan cintai yaitu Hajar sang pujaan hati, begitu sangat senangnya sampai - sampai handphone yang ia pegang terjatuh hingga batre dan casing handphonnya berhamburan segara penjuru ruangan, di saat itu pula Maul begitu sangat jengkel dengan hidupnya yang selalu ada masalah ketika apa yang diinginkan telah datang namun karena keteledorannya harapan yang akan nyata hilang dengan sekejap.
   


       

Kampus jingga

               




Kampus Jingga
Kampus jingga panggilanmu
Warna jingga almamatermu
Tempat ku menambah ilmu
Ilmu yang berguna bagiku

Di kampus jingga
Ku temui sahabat sahabat baru
Sahabat dari berbagai daerah
Ku berkumpul di kampus jingga

Tempatku diskusi tentang negri ini
Tempatku bercanda ria
Suka duka ku lalui bersama
Inilah kampusku kampus jingga

Tak akan ku lupakan indahnya masa masa kuliahku dulu
UKM sampai BEM menjadi saksi prosesku
Proses penempaan karakter
Hingga ku mampu mengenal kota hingga negriku.

terima kasih wahai kampus jingga 

Sunday, 5 February 2017

Puisi Dunia Penuh Dengan Kepiluan


               Dunia penuh Kepiluan

Kala malam berganti pagi
Kala bulan berganti matahari
Kala gelap berganti terang
Kala mata terpejam berganti 

Kulihat dunia terus berputar
Kulihat pula manusia sibuk dengan kegiatannya
Kegiatan yang tak ubah berubah terus menerus sepanjang waktu

Pagi hari yang begitu padat
Pagi hari yang penuh dengan polusi
Pagi hari yang penuh dengan emosi
Setiap hari pagi begitu pilu

Malam hari yang dulu sepi
Kini penuh dengan kebisingan
Kebisingan dari kendaraan
Setiap hari malam begitu pilu

Kini dunia begitu pilu
Pilu dengan kegiatan yang bosan
Setiap waktu menjadi kepiluan
Kepiluan yang terbuat.

Wednesday, 25 January 2017

Puisi kehidupan


             Gelap dalam Terang

Ku duduk dalam dekap gelap
Imajinasi menemani ke sendirian
Di sudut ruangan yang begitu gelap
Bersanda gurau di dalam imajinasi

Hati mulai gelisah melihat hidupku
Tak sanggup ku berkata
kala melihat ku dalam gelap
Gelap dalam perjalananku

Ku coba terangkan perjalanku
Namun terbayangan dalam gelap
Tak sanggup ku berkata
Kala melihat terangku dalam gelap
Ku bersandar dalam doa
 
Agar gelapku dalam terang
Ku berharap dalam perjalanku
Cahaya terang menemaniku

Sunday, 15 January 2017

Perbedaan Koperasi Kapitalis Dengan Sosialis

Perbedaan Koperasi di Negara Kapitalis dengan Sosialis


1.      Koperasi di Negara Kapitalis              
             Pengertian lain dari Kapitalime adalah suatu sistem ekonomi yang mengatur proses dan pendistribusian barang dan jasa.

Sebuah sistem yang mulai terinstitusi di Eropa pada masa abad ke-16 hingga abad ke-19 yaitu di masa perkembangan perbankan komersial Eropa, di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal seperti tanah dan tenaga manusia, pada sebuah pasar bebas di mana harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran, demi menghasilkan keuntungan di mana statusnya dilindungi oleh negara melalui hak pemilikan serta tunduk kepada hukum negara atau kepada pihak yang sudah terikat kontrak yang telah disusun secara jelas kewajibannya baik eksplisit maupun implisit serta tidak semata-mata tergantung pada kewajiban dan perlindungan yang diberikan oleh kepenguasaan feodal.
       Teori yang saling bersaing yang berkembang pada abad ke-19 dalam konteks Revolusi Industri, dan abad ke-20 dalam konteks Perang Dingin, yang berkeinginan untuk membenarkan kepemilikan modal, untuk menjelaskan pengoperasianpasar semacam itu, dan untuk membimbing penggunaan atau penghapusan peraturan pemerintah mengenai hak milik dan pasaran.
Istilah kapitalisme berarti kekuasaan ada di tangan kapital, sistem ekonomi bebas tanpa batas yang didasarkan pada keuntungan, di mana masyarakat bersaing dalam batasan-batasan ini. Terdapat tiga unsur penting dalam kapitalisme: pengutamaan kepentingan pribadi (individualisme), persaingan (kompetisi) dan pengerukan kuntungan. Individualisme penting dalam kapitalisme, sebab manusia melihat diri mereka sendiri bukanlah sebagai bagian dari masyarakat, akan tetapi sebagai “individu-individu” yang sendirian dan harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. “Masyarakat kapitalis” adalah arena di mana para individu berkompetisi satu sama lain dalam kondisi yang sangat sengit dan kasar. Ini adalah arena pertarungan sebagaimana yang dijelaskan Darwin, di mana yang kuat akan tetap hidup, sedangkan yang lemah dan tak berdaya akan terinjak dan termusnahkan, dan tempat di mana kompetisi yang sengat mendominasi.
Ciri- ciri Kapitalisme :
a)      Sebagian besar sarana produksi dan distribusi dimiliki oleh individu.
b)      Barang dan jasa diperdagangkan di pasar bebas (free market) yang bersifat kompetitif.
c)      modal kapitalis (baik uang maupun kekayaan lain) diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk menghasilkan laba (profit)
      Dalam konteks yang hampir sama muncul paham Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestik. Paham ini memfokuskan pada metodepasar bebas, pembatasan yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi.
     Dalam kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis, menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan intervensi militer. Pembukaan pasar merujuk pada perdagangan bebas. Neoliberalisme secara umum berkaitan dengan tekanan politik multilateral, melalui berbagai kartel pengelolaan perdagangan seperti WTO dan Bank Dunia. Ini mengakibatkan berkurangnya wewenang pemerintahan sampai titik minimum. Neoliberalisme melalui ekonomi pasar bebas berhasil menekan intervensi pemerintah (seperti paham Keynesianisme), dan melangkah sukses dalam pertumbuhan ekonomi keseluruhan. Untuk meningkatkan efisiensi korporasi, neoliberalisme berusaha keras untuk menolak atau mengurangi kebijakan hak-hak buruh seperti upah minimum, dan hak-hak daya tawar kolektif lainnya.Neoliberalisme bertolakbelakang dengan sosialisme, proteksionisme, dan environmentalisme. Secara domestik, ini tidak langsung berlawanan secara prinsip dengan poteksionisme, tetapi terkadang menggunakan ini sebagai alat tawar untuk membujuk negara lain untuk membuka pasarnya. Neoliberalisme sering menjadi rintangan bagi perdagangan adil dan gerakanlainnya yang mendukung hak-hak buruh dan keadilan sosial yang seharusnya menjadi prioritas terbesar dalam hubungan internasional dan ekonomi.                                                                                                          
      Sejarah Koperasi Indonesia (Tinjauan dari aspek dampak kapitalisme) pada tahun 1870 sistem Tanam Paksa dihapuskan dan diganti oleh sistem perekonomian liberal, dimana perusahaan-perusahaan swasta diizinkan untuk membuka perkebunan-perkebunan dalam skala besar. Perubahan ini jugamenandai diterapkanya sistem kerja upahan. 
   Pada tahun 1951 desakan untuk melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan perusahaan Belanda, dan perusahaan Barat lainnya, semakin kuat. Akhirnya di tahun 1958 ini pemerintah Indonesia mengeluarkan UU No. 86/1958 tentang kebijakan nasionalisasi perusahaanperusahaan Belanda yang beroperasi di Indonesia, terutama pada sektor perkebunan, minyak dan gas bumi, serta pertambangan.Sebelum adanya undang-undang nasionalisasi tersebut, dengan alasan untuk memberikan proteksi kepada pengusaha-pengusaha pribumi, pemerintah Indonesia menerapkan suatu kebijakan yang diberi nama Politik Benteng. Berdasarkan kebijakan ini pengusaha-pengusaha pribumi diberikan bantuan kredit dan fasilitas, salah satunya adalah lisensi untuk mengimpor barang. Laba yang diperoleh oleh parapengusaha pribumi tersebut, dari penjualan barang impor di dalam negeri, diharapkan dapat menjadi modal untuk melakukan ekspansi usaha. Namun pada akhirnya Politik Benteng ini tidak melahirkan pengusaha pribumi yang tangguh.Yang muncul justru praktek kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Pengusaha-pengusaha yang mendapatkan lisensi tersebut hanyalah pengusaha-pengusaha yang dekat dengan pemerintah dan kekuatan-kekuatan politik yang dominan. Pengusaha-pengusaha pribumi “dadakan” tersebut sama sekali tidak memiliki bekal kemampuan usaha yang memadai. Akhirnya mereka hanya“menyewaka” lisensi yang mereka punyai tersebut kepadapengusaha-pengusaha swasta lainnya, yang umumnya berasal dari pengusaha keturunan Cina. Praktek kongkalingkong ini lah yang melahirkan istilah Ali-Baba. Si Ali yang memiliki lisensi dan di Baba yang memiliki uang untuk modal kerja lisensi tersebut.
Idiologi Koperasi (Klaim menurut Melynk)

  • Tradisi Demokratik Liberal     
          Memiliki tiga karakteristik dasar yang memisahkan koperasi-koperasi demokratik liberal dari koperasi-koperasi lainnya adalah :
a)      suatu penegasan pada pemilikan pribadi
b)      suatu toleransi dasar terhadap kapitalisme
c)      sebuah fungsionalisme pragmatik  
         Esensinya adalah keberhasilan kompetisi dengan kapitalisme melalui keuntungan-keuntungan jangka pendek bagi anggota. Pertimbangannya adalah kepentingan pribadi ketimbang idealisme dan suatu rekonsiliasi antara koperasi dan sektor-sektor swasta adalah wajib. Koperasi-koperasi ini, difokuskan pada masalah ekonomi saja, sebagai dikarakteristikan dalam keterlibatan minimal para anggota dan didominiasi pengaruh-pengaruh non-koperasi.
            Melnyk mengidentifikasi empat kontradiksi dalam ideologi koperasi demokratik liberal yang mempengaruhi evolusinya: suatu kontradiksi antara tujuan-tujuan utopian, seperti harapan awal untuk mengembangkan sebuah persemakmurankoperasi untuk menggan¬tikan kapitalisme, dan tujuan-tujuan pragmatik saat ini; suatu kontradiksi antara penegasan-penegasan mereka tentang partisipasi populer dan kontrol, dan penegasan mereka tentang pertumbuhan dan manajemen standar dan suatu kontradiksi antarakoperasi produser dan konsumen. Kesimpulan dia adalah bahwa koperasi-koperasi model Rochdale cenderung menentukan kontradiksi-kontradiksi dalam tujuan-tujuan pragmatik yang mudah, kepentingan pribadi, manaje¬men standar dan pertumbuhan usaha (corporate) dan kompetisi, ketimbang kerjasama-kooperasi. Mereka secara ideologi cukup dekat dengan kapitalisme daripada ke lembaga-lembaga koperasi di negeri-negeri kapitalis.  
  • Tradisi Marxis/Komunis Koperasi/Komun Memiliki tiga karakteristik dasar yang memisahkan koperasi-koperasi demokratik liberal dari koperasi-koperasi lainnya adalah :                    
a)      konsep dan praktek revolusioner, hampir selalu ada inisiatif dan pemaksaan negara, dan ada bagian dari rencana yang disentralisir dan pemerintah mengontrol sistem ekonomi.
    Ideologi Marxis menolak penggunaan eksploitatif terhadap alat-alat produksi untuk keuntungan individual. koperasi-koperasi komunis hanya kerja sukarela (volunter) dan mengingat koperasi-koperasi demokratik liberal mengklaim tidak mendukung secara politik, kolektif-kolektif komunis menekankan kepemimpinan partai, tugas membangun sosialisme, dan kebutuhan entusiasme dan komitmen ke ideologi.
       
  • Tradisi Sosialis                        
           Tampilan terpenting koperasi-koperasi sosialis adalah bahwa mereka diciptakan oleh ideolog-ideolog sosialis non-Marxis dan oleh gerakan-gerakan politik non-komunis. Mereka bukan hasil inisiatif pemerintah, seperti dilakukan kolektif-kolektif komu¬nis, meskipun mereka mungkin didukung oleh negara, dan mereka tidak mendorong satu perang revolusioner tetapi lebih-kurang kedamaian di dalam satu sistem kapitalis. Acuan utamanya adalah Kibbutz dari Israel, pengalaman desa Ujamaa di Tanzania, dan koperasi-koperasi Mondragon di Spanyol.




2.      Koperasi di Negara Sosialis                                                                                      
              Tampilan terpenting koperasi-koperasi sosialis adalah bahwa mereka diciptakan oleh ideolog-ideolog sosialis non-Marxis dan oleh gerakan-gerakan politik non-komunis. Mereka bukan hasil inisiatif pemerintah, seperti dilakukan kolektif-kolektif komu¬nis, meskipun mereka mungkin didukung oleh negara, dan mereka tidak mendorong satu perang revolusioner tetapi lebih-kurang kedamaian di dalam satu sistem kapitalis. Acuan utamanya adalah Kibbutz dari Israel, pengalaman desa Ujamaa di Tanzania, dan koperasi-koperasi Mondragon di Spanyol.Koperasi-koperasi sosialis ini masih ditandai perbedaan dari koperasi-koperasi model Rochdale. Pertama, mereka mengoposisi pemilikan pribadi dan praktek-praktek kapitalistik di dalam operasi-operasi mereka. Mereka melayani multifungsional. Melnyk menggambarkan ini sebagai “komunitas-komunitas koperasi betul-betul beroperasi pada prinsip-prinsip sosialis dalam satu lingkungan non-sosialis. Secara ideologis dia menempatkan mereka antara kolektif-kolektif komunis dan koperasi-koperasi demokratik liberal. Keberhasilan koperasi-koperasi Kibbutz dan koperasi-koperasi buruh Mondragon dijelaskan dalam arti keberadaan mereka sebagai bagian integral masyarakatnya, diterima sebagai pelopor untuk nasionalisme ketimbang sosialisme, sementara menjadi suatu minoritas yang tidak mengancam sistem kapitalis tetapi cukup besar untuk menjangkau imajinasi dan diterima komunitas pendu-kungnya. Pandangannya adalah bahwa mereka mengembangkan satu keseimbangan keberhasilan antara prinsip-prinsip beroperasi sosialis internal (di dalam) dan realitas kapitalis eksternal (di luar) di mana mereka harus bersaing. Kontradiksi dari koperasi-koperasi sosialis ini adalah bahwa sementara mereka menciptakan model-model atraktif mereka tidak dapat lebih terintegrasi dari sebuah minoritas di dalam bangsa. Dalam kata-kata Melnyk mereka “menunjukkan dirinya sendiri menjadi sebuah individual ketimbang satu jawaban publik terhadap kapitalisme

KESIMPULAN:
              Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional. sebagai alat pelaksana dari perencanaan yang ditetapkan secara sentral, maka koperasi merupakan bagian dari suatu tata administrasi yang menyeluruh, berfungsi sebagai badan yang turut menentukan kebijakan publik, serta merupakan badan pengawasan dan pendidikan.
             kalaui Kapitalime adalah suatu sistem ekonomi yang mengatur proses dan pendistribusian barang dan jasa. lebih condong ke bagian industri apa saja yang mau d pasok ke koprasi