Friday, 30 December 2016

Negri ku penuh dengan kebencian

Negara indonesia yang beragam suku, ras dan agama di satukan dalam ideologi bangsa yaitu pancasila dimana de founding father bangsa kita merumuskan pancasila untuk perbedaan tersebut, banyak negara tetangga bahkan internasional sangat kagum akan ideologi pancasila yang dapat mempersatukan bangsa indonesia dalam bhineka tunggal ika.
Melihat banyak konflik konflik yang terjadi di daerah timur tengah menjadi pelajaran untuk bangsa indonesia agar terus menjaga ke bhinekaan bangsa ini, terlebih negara indonesia yang beragam budaya, suku dan agama rentan sekali terjadinya konflik-konflik yang dapat memecah belah bangsa ini.
Di akhir tahun ini telah terjadi fenomena yang sangat luar biasa yang menimpa umat islam dimana di duga salah satu calon gubernur DKI Jakarta telah menistakan agama islam dan membuat bangsa ini terutama islam berbondong bondong ingin meminta suatu keadilan agar calon gubernur yang di duga menistakan agama islam agar segera di proses dalam hukum yang berlaku.
Belum selesainya kasus yang diduga menerpa calon gubernur DKI Jakarta tersebut, adalagi kasus yang menerpa bangsa ini salah satu okp melaporkan ulama besar sekaligus panglima besar salah satu organisasi islam ( FPI) diduga menistakan agama kristen belum jelas apakah benar atau tidak ulama tersebut menistakan agama kristen.
Melihat realita di media sosial yang penuh dengan kebencian dan penuh dengan caci maki membuat negara yang amat sangat rukun dalam beragama di akhir tahun ini seakan hilang seolah olah merekalah yang benar sehingga selain kelompok dia itu salah.
Sebagai bangsa yang besar seharusnya kita harus mengedapankan musyawarah mufakat untuk menyelesaikan sesuatu agar lebih kondusif dalam memecahkan suatu permasalahan.
Negara indonesia yang menjadi contoh kebhinekaan dari dunia internasional harus menjawab kepercayaan dunia tersebut bahwa bangsa indonesia ini adalah tempat bagi umat beragama yang telah di sah kan dalam undang undang negara indonesia sehingga dunia internasional masih yakin bahwa pancasila lah yang tepat dalam ideologi suatu negara.
Oleh karena itu penulis berharap sudah tidak ada lagi warga negara indonesia yang saling tuding saling fitnah dan paling benar dalam membuat argumentasinya karena negara indonesia ini adalah negara yang berhukum sehingga tidak ada lagi yang meremehkan hukum di indonesia ini karena tidak warga negara di indonesia yang kebal dalam hukum yang salah harus segera di tindak lanjuti.
Masyarakat indonesia sudah lelah melihat realita di media sosial yang hari demi hari semakin banyak yang mengujar kebencian sehingga merusakan tantanan kebhinekaan di negri tercinta oleh sebab itu mari kita sebagai masyarakat indonesia harus cerdas dalam melihat berita berita dari media sosial agar tidak ikut dalam kebodohan yang ada.

Thursday, 29 December 2016

Kehidupan manusia

Banyak sekali yang tidak paham akan cara bahagia itu, manusia banyak sekali disibukkan dengan hal hal yang memang tidak harus di lakukan karena apa yang dilakukan akan berdampak dengan kurangnya keharmonisan dalam hubungan manusia dengan manusia.
Kepercayaan adalah modal untuk kita mampu berdampingan dalam kehidupan terlebih kehidupan sangat tidak kondusif ini, kepercayaan bagian terpenting dalam melakukan aktivitas dalam hal apapun dan dimanapun manusia akan lebih berdampingan dan tidak ada saling kecurigaan satu sama lain dengan adanya kepercayaan akan kurangnya gesekan satu sama lain terlebih masa suku, ras dan agama.
Di era modern banyak sekali manusia masih saja kurang kepercayaan terhadap apa yang ingin di lakukan oleh orang lain terkadang pula kurangnya komunikasi yang baik itu berpengaruh dalam mempercayai sikap dan tujuan yang akan di capai oleh orang tersebut sehingga menimbulkan sedikit permasalahan dalam hal tersebut.
Sikap yang tidak komunikatif ini yang sering sekali menimbulkan konflik karena keputusan yang di ambil oleh orang lain tidak menguntungkan orang tersebut dari hal kurangnya komunikatif sehingga dari ketidak komunikatifan kedua orang tersebut akan menimbulkan perpecahan yang besar.
Manusia adalah makhluk sosial dari definisi tersebut sudah menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk sosial harus selalu melakukan komunikasi dengan baik dan intens sehingga manusia sebagai makhluk sosial berfungsi dengan semestinya sebagai makhluk sosial.
Dari kepercayaan komunikasi ada bagian terpenting lain yaitu sifat saling menghargai satu sama lain termasuk bagian tersebut, menghargai adalah sifat yang harus di miliki oleh manusia karena sifat menghargai tersebut adalah sifat yang membuat manusia dapat di hargai juga oleh karena itu banyak sekali manusia yang ingin di hargai namun tidak menghargai orang lain sehingga orang yang ingin di hargai itu tidak akan di hargai orang lain.
Bung karno pernah berkata dalam pidatonya Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa jasa pahlawannya, dari kata kata terdebut menjelaskan bahwa untuk membesarkan bangsa ini salah satunya adalah menghargai jasa jasa pahlaqannya sebelum dengan hal hal yang lain untuk membesarkan bangsa ini paling utama adalah menghargai untuk itu menghargai satu sama lain adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dari ketiga indikator tersebut manusia harus mampu mempercayai, komunikatif dan menghargai agar setiap perjalana kehidupan tidak ada konflik antara ras, suku dan agama.

Sunday, 6 November 2016

NASIB EKONOMI KOPERASI DI ERA INTEGRASI EKONOMI

NASIB EKONOMI KOPERASI DI ERA INTEGRASI EKONOMI
Awal tahun 2016 lalu adalah awal dibukanya pasar bebas negara-negara ASEAN yang sering disebut dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN ( MEA ) dimana barang, jasa maupun tenaga kerja akan lebih bebas keluar masuk diantara negara-negara ASEAN. MEA ini dilakukan agar daya saing ASEAN meningkat serta dapat menyaingi China dan India dalam menarik investasi asing. Dengan adanya MEA maka seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa arus perdagangan barang, jasa, bahkan sampai dengan tenaga kerja akan terbuka lebar, manurut Dita Indah Sari ( Staff Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ) “ pembatasan terutama pada sektor tenaga kerja profesional didorong untuk dihapuskan “ ini artinya bahwa MEA mensyaratkan adanya penghapusan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing, hal yang sama tentu akan terjadi pada sektor barang dan jasa dimana MEA mendorong terhapuskannya aturan-aturan keluar masuknya barang dan jasa antar negara-negara ASEAN serta mengakibatkan kondisi perekonomian yang berdaya saing tinggi dan terintegrasi kedalam ekonomi global.
Dalam momentum MEA ini Indonesia diharapkan dapat meraih peluang diantaranya pemasaran barang dan jasa dapat memperluas jangkauannya kenegara-negara ASEAN dengan biaya ekspor yang lebih murah, disisilain pula tenaga kerja Indonesia dapat bebas bekerja di negara lain di ASEAN serta investor Indonesia dapat memperluas investasinya tanpa ada batasan ruang antar negara ASEAN. Namun sampai saat ini Indonesia masih mengalami berbagai hambatan dalam mengarungi era Masrarakat Ekonomi ASEAN diantaranya, pertama adalah permasalahan mutu pendidikan tenaga kerja yang masih rendah dimana kondisi ini akan mempersulit tenaga kerja Indonesia untuk bersaing didalam maupun diluar negeri, kedua adalah kualitas infrastruktur yang masih kurang sehingga mengganggu arus produksi barang dan jasa untuk bersaing dengan negara-negara ASEAN, sampai dengan tahun 2014 kualitas infrastruktur Indonesia masih tertinggal oleh negara-negara ASEAN lainnya ( data Global Competitiveness Index ), yang terakhir adalah ketergantungan akan produk impor dimana terjadi pada produk barang jadi maupun bahan baku yang mengindikasikan lemahnya Indonesia dalam menghadapi serbuan produk Impor.
Selain hal-hal diatas, Masyarakat Ekonomi ASEAN ini juga menjadi ancaman bagi koperasi. Catatan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro kecil dan menengah Kota Bekasi menyebutkan sebanyak 633 dari 990 koperasi diKota Bekasi bangkrut, data ini tercatat hingga Maret 2016. Ini menandakan ketidak mampuan koperasi untuk bersaing di era pengintegrasian ekonomi pada wilayah negara-negara di ASEAN. Sedangkan koperasi telah sejak awal menjadi soko guru perekonomian Indonesia tetapi harus tumbang dikala ekonomi memerlukan daya saing yang tinggi. Koperasi didirikan dengan asa kekeluargaan serta demokrasi ekonomi sebagai basis gerakan ekonomi kerakyatan yang berjalan dengan prinsip gotong royong, ini adalah model asli perekonomian Indonesia maka apakah kita kemudian harus memilih untuk meninggalkan ekonomi koperasi demi untuk bisa bersaing di era MEA ini ?? apakah tidak ada cara untuk bisa memaksimalkan peran koperasi diera globalisasi ekonomi ??.
Sekretaris DISPERINDAGKOP Kota Bekasi mengatakan bahwa “ Pada 2016 yang terdata oleh kami ada 633 koperasi yang sudah tidak aktif. Biasanya, mereka kalah modal dan tidak memiliki program yang jelas selama pendiriannya " (REPUBLIKA.co.id). pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa koperasi kalah dalam hal permodalan, memang MEA juga memastikan bebas keluar masuknya modal ( dalam bentuk investasi ), indikasi selanjutnya adalah masih kurang memadainya kualitas tenaga kerja yang dilatarbelakangi oleh mutu pendidikan dimana program yang dihasilkan tidak jelas, artinya program yang ada dalam koperasi kurang bisa untuk lebih dimaksimalkan pada segi manajemen pengelolaannya.

Hal-hal seperti ini mengharuskan pemerintah daerah maupun pusat untuk lebih intensif dalam memperbaiki sektor tenaga kerja professional khususnya, kualitas mutu pendidikan juga dapat berperan penting dalam hal ini. Koperasi menaungi para pelaku usaha kecil yang merupakan bagian dari sektor riil dimana usaha kecil ini merupakan pemeran utama dalam upaya bersaing dengan negara-negara ASEAN, pemerintah seharusnya tidak bertahan pada paradigma seperti ini melainkan mengubahnya dengan lebih mengarah kepada sektor riil dengan mengedepankan kepentingan nasional, tidak hanya wirausaha yang dituntut dapat bersaing namun pemerintah juga dengan kebijakan yang pro terhadap pelaku usaha demi kemajuan perekonomian Indonesia. Apabila pemerintah tetap berleha-leha dan hanya sekedar mencatat maka koperasi tidak lama lagi akan tiba diujung hayat. Tentu sebagai bangsa Indonesia tidak ingin inisial perekonomiannya hilang.

Saturday, 7 March 2015

kurangnya miat ke jenjang pergran tinggi

KURANGNYA MINAT PEMUDA DI DAERAH MEDAN SATRIA
DALAM MENEMPUH PERGURUAN TINGGI
      Pada  saat  ini  di  era globalisasi  bahkan datangnya  pasar  bebas  di  Indonesia membuat  kita  pemuda  generasi  bangsa bekerja  keras  dan  harus selalu berfikir  untuk kemajuan  diri sendiri dan  juga  kemajuan  daerah  tempat  tinggal kita jangan  sampai  kita  tergerus  oleh  perkembangan  bangsa  saat  ini terlebih  pada  saat  ini  Indonesia  menghadapi  masyarakat  ekonomia asean  yang  biasa  di  singkat MEA.
      Kota  bekasi  pada  tahun 2014 – 2015  ini  sedang  gencar – gencarnya  pembangunan melihat  kota  bekasi  sebagai penyanngah ibu  kota  sehingga banyak  yang berbondong – bondong  untuk tinggal  dan  juga  mengais  rejeki oleh  sebab  itu saat  ini  peluang  kerja  di  bekasi  pada  saat  ini sangat  lah  tinggi.
     Melihat  akan  hal  ini penting  bagi  pemuda  pemudi  di daerah  kota  bahkan  kabupaten  untuk  meningkatkan  daya  saing  sehingga tidak  kalah dengan  para  pendatang  yang datang  dari  daerah  di  seluruh  Indonesia  sehingga  pemuda – pemudi  pribumi  bisa  jaya  di  daerah  tersebut.
     Skill  dan  juga  pengalaman  di  butuhkan  pada  saat  ini  ketika  sudah  masuk  ke  dunia  professional  manakala  kita  lulus  dalam  sekolah  menegah  pertama maupun perguruan tinggi   sehingga ketika  lulus, lulusan  tersebut  tidak  bingung mau  ke  arah  mana yang  akan  kita  lalu.
       Penulis  di  sini  ingin  menceritakan  realita  yang  terjadi  di  kota  bekasi  tepatnya  di  kecamatan  medan  satria  yang pada  saat  ini  banyak sekali pemuda – pemudi yang  siap  untuk  menuju  ke  jenjang  professional  untuk  itu  penulis  menganalisa  permasalahan  di  wilayah  penulis.

MINIMNYA MINAT PEMUDA KE JENJANG PERGURUAN TINGGI.
       Medan  satria  adalah  kecamatan  yang  ruang  lingkupnya  di  kelilingi  oleh  kawasan industry  dimana  di  wilayah  medan  satria   tersebut  ada  3  kawasan  industry  yaitu  kawasan  industry  harapan  baru, pondok  ungu  dan  juga kawasan  industry alexindo  melihat  betapa  besarnya  peluang  pemuda  untuk  bekerja  dan  tidaklah  sulita  pemuda  pribumi untuk  bekerja  di  kawasan  tersebut.
     Melihat  keterangan  di  atas  tersebut  pasti  maindset  pembaca  betapa  inginnya  jadi  pemuda  pribumi  tersebut  dan  juga  ingin  dating  ke  daerah  medan  satria  untuk  mengadu nasib, memang  banyak  sekali  pemuda  daerah  di  seluruh  Indonesia  datang  di  daerah  tersebut  untuk  mengadu nasib.
     Banyak  pemuda  di  daerah  medan  saria  tersebut  yang  memang  kalah  bersaing  oleh  pemuda  pendatang  di  karenakan  memang  maindset  pemuda  pribumi  pada  saat  ini  memang  berlelah – lelah di  karenakan  pemuda  pribumi  menggangap  bahwa  mereka  mudah  untuk  makan akan  tetapi  pemuda  pendatang  yang  hadir  di  daerah  tersebut  mempunyai  maindset untuk  mencari  uang  untuk menghidupkan  kehidupkan mereka  di  kota  tersebut.
     Perguruan  tinggi  ialah  tempat  dimana  para  pemuda  di  bentuk  secara  mental  juga  pemikiran  sehingga  pemuda  yang  lanjut  ke  perguruan  tinggi bisa  terbentuknya  karakter  dan  juga  terbentuknya  mental  yang  kuat  dan  dapat  bisa  bersaing  di nasional  maupun  internasional.
    Perguruan  tinggi  juga  pemuda  akan  bisa  mendapatkan  link  dan  juga  mendapatkan  sebuah  pembelajaran  dalam  system  perguruan  tinggi  dimana  di  dalam  sebuah  kampus  tersebut  terdapat  organisasi  berupa  unit  kegiatan  kampus  dan  juga  badan  eksekutif  mahasiswa.
    Oleh  sebab  itu  pemuda  yang  sudah  terdaftar  di  perguruan  tinggi  disebut  sebagai  mahasiswa  sehingga  pemuda  tersebut  mendapakan  predit  sebagai  makhluk  berintelektual  .
    Singkat  cerita  mahasiswa  ialah  pemuda  yang  berintelektual  dan  juga  pemuda  calon  penerus  bangsa  oleh  karena  itu  penting  sekali  pemuda  untuk  bisa  meneruskan  kejenjang  perguruan tinggi  untuk  bisa  menyiapkan  kejenjang  professional.
      Melihat  di  kota  bekasi  ini  ada  berbagai  perguruan  tinggi  yang  merupakan  banyak  jurusan  di  kampus – kampus  kota  bekasi  apalagi  di  kampus – kampus  kota  bekasi  terdapat  system  di  mana  mahasiswa  bisa  kuliah  sambil  kerja  sehingga  sangat  di sayangkan  apabila  pemuda  di  kota  bekasi  melanjutkan  ke  jenjang  perguruan  tinggi.
     Di  era  globalisasi  ini  sangatlah  penting  lulusan  perguruan  tinggi,  banyak  perusahaan  yang  berminat  dalam  mencari  lulusan  sarjana  untuk  memperkembangkan  perusahaan  sehingga  lulusan  sekolah  menegah  atas  sulit  bersaing  dalam  dunia  professional.
     Oleh  sebab  itu  sangat  di  sayangkan  pemuda  di  medan  satria  untuk  tidak  melanjutkan  ke  jenjang  perguruan  tinggi  di  karenakan  sulitnya  pemuda  di  medan  satria  untuk  bersaing  dengan  pemuda  pendatang  yang  notabennya  datang  di  kota  bekasi  untuk  mencari  pekerjaan  dan  juga  pemuda  pendatang  tersebut  dapat  melanjutkan  ke  jenjang  perguruan  tinggi.


       Banyak  aspek  yang  merugikan  pemuda  di  medan  satria  tersebut  yang  bisa  kalah  bersaing  dengan  pemuda  pendatang: 

·         Aspek  pendidikan.
 
            Aspek  pendidikan  ini  sangatlah  penting  untuk  bisa  bersaing  dengan  pemuda  pendatang  sehingga  pemuda  pribumi  mampu  bisa  masuk  kejenjang  professional  dan  mampu  bisa  beraktualisasi  dengan  kebutuhan  yang  di  perlukan  oleh  perusahaan.
·         Aspek  social

              Dimana  aspek  social  ini di  perlukan  oleh  setiap  pemuda  karena  dengan  social  pemuda  akan  mendapatkan  link – link  yang  dapat  bisa  mempermudah  pemuda  tersebut  untuk  masuk  dalam  perusahaan,  dimana  pada  saat  era  globalisasi  saat  ini  tidaklah  mudah  ketika  masuk  ke  sebuah  perusahaan  tanpa  ada  refrensi  atau  link  ke  perusahaan.
·         Aspek  budaya
                 Aspek  budaya  sangatlah  berpengaruh  untuk  bisa  pemuda  berinteraksi  dan  juga  bisa  menerapkan  budaya  tersebut  dan  banyak  yang  salah  dalam  berfikir  dan  bahkan  banyak  pemuda  yang  terus  mengikuti  budaya  buruk  di  masyarakat  yang  notabennya  seharusnya  setip  budaya  di  daerah  manaupun  tidak  ada  yang  buruk  oleh  karena  itu maindset  pemuda  harus  bisa  berubah  sehingga  pemuda  mampu  bersaing  daan  juga  bisa melampaui  para  pendatang  yang  hadir  di  kota  bekasi.
                 Dari  3  aspek  tersebut  pemuda  harus  bisa  memenuhi  tersebut  dan  mampu  mengkolaborasikan  dari  3  aspek  tersebut  penulis  disini  berharap  pemuda  yang  terdapat  di  kota  bekasi  tepatnya  di  wilayah  kecamatan  medan  satria  mampu  memenuhi  3 aspek  tersebut.
                 Pemuda  medan  satria  yang  notabennya  sebagai  tuan  rumah  di  wilayah  medan  satria  mampu  bisa  bersaing  bahkan  mampu  mengalahkan  para  pesaingnnya  dan  mampu  bisa  menjadi  raja  di  wilayah  medan  satria.

                Penulis  juga  ingin  pemuda  di  medan  satria  mampu  bisa  melanjutkan  ke  jenjang  perguruan  tinggi  sehingga  wawasan  pemuda  di  medan  satria  bisa  jauh  lebih  baik  dengan  para  pendatang  yang  notabennya  datang  di  kota  bekasi  tepatnya  di  wilayah  medan  satria  hanya  berijasah  sekolah  menegah  pertama sehingga  penulis  juga  ingin  pemuda  dapat  mengimplementasikan  ilmu  yang dia  dapat  dari  hasil  ke  jenjang  perguruan  tinggi.

Thursday, 1 January 2015

suara sumbang

SUARA SUMBANG SUMBANG DARI HATI YANG TERDALAM
          Ada sesuatu yang mungkin sampai saat ini belum bisa di mengerti suara-suara semangat yang tak di dengar dan tak di jalankan ,suara manusia-manusia yang tak mempunyai arti penting dalam sebuah rumah yang seharusnya bisa di pahami oleh manusia-manusia yang membutuhkan masukan-masukan yang bermanfaat bagi rumah tersebut,mungkin suara yang di dengarnya itu ialah suara-suara sumbang yang menurut tak bermanfaat baginya karena yang menyampaikannya ialah manusia-manusia yang biasa dan tak mempunyai power.
         Keluarga yang harmonis seharusnya bisa mendengarkan suara-suara yang bisa menyemangati suatu hal yang memang bisa membuat hal-hal baru walaupun suara tersebut datangnya dari orang yang tidak mmpunyai jabatan atau posisi terbaik dalam rumah tersebut,entah dia sudah merasa hebat apa measa tidak ada masalah sehingga tak mau berdiskusi oleh manusia yang tak mempunyai power namun bermanfaat bagi rumah tersebut.
         Tidak mungkin dalam suatu rumah atau hubungan tidak ada yang namanya masalah apalagi melihat banyaknya perbedaan perspsi dalam satu rumah tersebut apalagi yang ada di dalam rumah tersebut ialah manusia-manusia cerdas yang mempunyai skill dan argumentasi yang hebat ,sebagai pemimpin didalam rumah tersebut seharusnya bisa mendengarkan suara-suara atau menampung dulu suara=suara tersebut untuk di saring dan ambil yang bermanfaat bagi rumah tersebut.
         Coba lihat saja pada saat ini ketika sahabati menjadi pemimpin dan jarang diskusi olh anggota atau orang terdekat mungkin sahabati kebingungan apa yang harus sahabati lakukan dan mungkin pla sahabati merasa tidak dirangkul namun meliat sahabati yang jarang diskusi .siapa yang harus di salahkan?.
          Banyak yang harus di perhatikan ketika sahabati menjadi pemimpin bukan maksud menggurui akan tetapi saya hanya memberi masukan untuk sahabati yang saya perhatikan sudah salah dalam menjalankan suatu proses rumah yang memang secara tidak sadar sahabati sendiri yang mendapatkan kesulitan dalam menjalankan roda kepemimpinan sahabati tersebut,hirarki kepemimpinan tersebut yang harus di perhatikan rumah yang sahabati pimpin dimana dia berpijak.
          Memang sulit sekali menyatukan sebuah pemikiran yang banyak dan menjadi sebuah pemikiran yang berilian untuk rumah tersebut namun dengan banyaknya anggota dapat bisa terselesaikan dengan banyaknya diskusi dan juga mendengarkan suar-suara yang bisa membesarkan anda namun kalau sahabati sendiri saja yang mengambil keputusan sahabati sendiri yang akan mengalami kesulitan ketika keputusan tersebut merusak rumah yang anda tinggali.
         Menjadi pemimpin itu tidaklah mudah apalagi di dalam rumah yang anda pimpin tersebut terdapat manusia-manusia cerdas bahkan apabila sahabati salah dalam mengambil keputusan manusia-manusia yang tidak menyukai anda akan mudah menjatuh sahabati setelah terjadi kesalahhn baru anda berdiskusi ini suatu kesalahan fatal karena ketika sudah terjadi kesalahan dan itu karena keputusan sahabati yang sepihak mungkin yang akan anda ajak berdiskusi akan berpikir kenapa disaat anda kesulitan baru diskusi kenapa tidak dari awal sahabati berdiskusi.
       Penulis bermaksud disini bukan menggurui akan tetapi mengingatkan untuk seluruh pemimpin jangan mengambil keputusan secara sepihak masih banyak suara-suara sumbang yang akan membawa nama baik rumah tersebut tetap eksis dengan berperidikat bagus ataupun baik dan bahkan membawa nama seorang pemimpin tersebut tetap wangi di mata anggota rumah tersebut dan tidak mengalami begitu sulit ketika terjadi miss dalam menjalankan roda kepemimpinan tersebut sehingga hal-hal yang salah dapat di tutupi oleh anggota sahabti yang sudah sahabati ajak diskusi bahkan mereka akan pasang badan ketika pemimpinan tersebut terjadi kejatuhan dalam menjalankan roda kepemimpinan tersebut.

       Banyaklah berdiskusi walaupun anda berdiskusi dengan manusia bodoh tak selamanya manusia bodoh tersebut mengucapkan kata-kata bodoh lebih berbahaya bicara dengan manusia-manusia cerdas akantetapi bisa menusuk anada dari belakang .memimpin itu menderita itu perkataan dari KH.AGUS SALIM kalau tidak mau menderita jangan jadi pemimpin jadilah anggota biasa yang bebas melakukan apa saja sesuka hati anggota tersebut. 

Saturday, 27 December 2014

suara sumbang dari dalam hati

         Ada sesuatu yang mungkin sampai saat ini belum bisa di mengerti suara-suara semangat yang tak di dengar dan tak di jalankan ,suara manusia-manusia yang tak mempunyai arti penting dalam sebuah rumah yang seharusnya bisa di pahami oleh manusia-manusia yang membutuhkan masukan-masukan yang bermanfaat bagi rumah tersebut,mungkin suara yang di dengarnya itu ialah suara-suara sumbang yang menurut tak bermanfaat baginya karena yang menyampaikannya ialah manusia-manusia yang biasa dan tak mempunyai power.
         Keluarga yang harmonis seharusnya bisa mendengarkan suara-suara yang bisa menyemangati suatu hal yang memang bisa membuat hal-hal baru walaupun suara tersebut datangnya dari orang yang tidak mmpunyai jabatan atau posisi terbaik dalam rumah tersebut,entah dia sudah merasa hebat apa measa tidak ada masalah sehingga tak mau berdiskusi oleh manusia yang tak mempunyai power namun bermanfaat bagi rumah tersebut.
         Tidak mungkin dalam suatu rumah atau hubungan tidak ada yang namanya masalah apalagi melihat banyaknya perbedaan perspsi dalam satu rumah tersebut apalagi yang ada di dalam rumah tersebut ialah manusia-manusia cerdas yang mempunyai skill dan argumentasi yang hebat ,sebagai pemimpin didalam rumah tersebut seharusnya bisa mendengarkan suara-suara atau menampung dulu suara=suara tersebut untuk di saring dan ambil yang bermanfaat bagi rumah tersebut.
         Coba lihat saja pada saat ini ketika sahabati menjadi pemimpin dan jarang diskusi olh anggota atau orang terdekat mungkin sahabati kebingungan apa yang harus sahabati lakukan dan mungkin pla sahabati merasa tidak dirangkul namun meliat sahabati yang jarang diskusi .siapa yang harus di salahkan?.
          Banyak yang harus di perhatikan ketika sahabati menjadi pemimpin bukan maksud menggurui akan tetapi saya hanya memberi masukan untuk sahabati yang saya perhatikan sudah salah dalam menjalankan suatu proses rumah yang memang secara tidak sadar sahabati sendiri yang mendapatkan kesulitan dalam menjalankan roda kepemimpinan sahabati tersebut,hirarki kepemimpinan tersebut yang harus di perhatikan rumah yang sahabati pimpin dimana dia berpijak.
          Memang sulit sekali menyatukan sebuah pemikiran yang banyak dan menjadi sebuah pemikiran yang berilian untuk rumah tersebut namun dengan banyaknya anggota dapat bisa terselesaikan dengan banyaknya diskusi dan juga mendengarkan suar-suara yang bisa membesarkan anda namun kalau sahabati sendiri saja yang mengambil keputusan sahabati sendiri yang akan mengalami kesulitan ketika keputusan tersebut merusak rumah yang anda tinggali.
         Menjadi pemimpin itu tidaklah mudah apalagi di dalam rumah yang anda pimpin tersebut terdapat manusia-manusia cerdas bahkan apabila sahabati salah dalam mengambil keputusan manusia-manusia yang tidak menyukai anda akan mudah menjatuh sahabati setelah terjadi kesalahhn baru anda berdiskusi ini suatu kesalahan fatal karena ketika sudah terjadi kesalahan dan itu karena keputusan sahabati yang sepihak mungkin yang akan anda ajak berdiskusi akan berpikir kenapa disaat anda kesulitan baru diskusi kenapa tidak dari awal sahabati berdiskusi.
       Penulis bermaksud disini bukan menggurui akan tetapi mengingatkan untuk seluruh pemimpin jangan mengambil keputusan secara sepihak masih banyak suara-suara sumbang yang akan membawa nama baik rumah tersebut tetap eksis dengan berperidikat bagus ataupun baik dan bahkan membawa nama seorang pemimpin tersebut tetap wangi di mata anggota rumah tersebut dan tidak mengalami begitu sulit ketika terjadi miss dalam menjalankan roda kepemimpinan tersebut sehingga hal-hal yang salah dapat di tutupi oleh anggota sahabti yang sudah sahabati ajak diskusi bahkan mereka akan pasang badan ketika pemimpinan tersebut terjadi kejatuhan dalam menjalankan roda kepemimpinan tersebut.

       Banyaklah berdiskusi walaupun anda berdiskusi dengan manusia bodoh tak selamanya manusia bodoh tersebut mengucapkan kata-kata bodoh lebih berbahaya bicara dengan manusia-manusia cerdas akantetapi bisa menusuk anada dari belakang .memimpin itu menderita itu perkataan dari KH.AGUS SALIM kalau tidak mau menderita jangan jadi pemimpin jadilah anggota bias yang bebas melakukan apa saja sesuka hati anggota tersebut. 

Thursday, 27 November 2014

penemu


pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
assalamualakum wr wb
salam ksmp!!!!!!!!!!!!!!
Istilah jaringan dalam dunia komunikasi dewasa ini. Antara lain AMPS, GPRS, EDGE, 2.5G, 3G, 3.5G dan yang terbaru adalah 4G yang diklaim menjadi jaringan dengan transmisi data tercepat untuk saat ini. Prof. Dr. Khoirul Anwar, merupakan seorang ilmuwan top di Jepang yang berasal dari Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dimana telah memegang dua hak paten penting di bidang telekomunikasi. Khoirul adalah lulusan Jurusan Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan cumlaude di tahun 2000. Meraih gelar master dan doktor dari Nara Institute Science and Technology ( NAIST ) pada tahun 2005 dan 2008. Beliau juga penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California. Prof. Dr. Khoirul Anwar Adalah penemu dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).
Profesor kelahiran Kediri tahun 1978 itu menemukan metode komunikasi yang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit dalam keterbatasan. Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dengan “ide nyeleneh” mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja "Sistem ini mampu menurunkan energi sampai 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya," katanya dan hasilnya kecepatan data yang dikirim meningkat.

Ternyata penemuan hebat anak dari almarhum Sudjianto dan Siti Patmi ini terinspirasi dari film animasi untuk anak-anak. Dragon Ball, sebuah film anime Jepang yang kerap ia tonton jadi
sumber inspirasinya. "Ketika Goku (tokoh utama Dragon Ball) akan melayangkan Spirit Ball yang merupakan jurus terdahsyatnya, Goku akan menyerap semua energi makhluk hidup di alam sehingga menghasilkan energi yang luar biasa," katanya.

Konsep itu, lanjut Khoirul, diturunkan formula matematikanya untuk diterapkan pada penelitian. Jurus Spirit Ball dianalogikan sebagai turbo equalizer yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang. "Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Awalnya hal itu dianggap tak mungkin di dunia telekomunikasi," katanya.


Lebih lanjut Khoirul mengatakan bahwa guard interval merupakan sesuatu yang tidak berguna di perangkat penerima. "Selain hanya untuk pembatas, mengirimkan power untuk sesuatu yang tidak berguna adalah sia-sia," imbuh suami dari Sri Yayu Indriyani. Metode ala jurus Dragon Ball ini bisa dibilang mampu memecahkan masalah transmisi nirkabel. Apalagi temuan ini bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM, CDMA, dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah. Menurut Khoirul, dalam penerapannya metode ini mampu menjawab masalah telekomunikasi di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit maupun di pegunungan. "Sebab di daerah itu biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang," katanya.


Temuan lulusan Teknik Elektro ITB yang telah dipatenkan itu kini digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi Cina, Huawei Technology. Dengan digunakannya teknologi ini oleh industri, Khoirul berhak mendapatkan royalti. Dan sebagai penghargaan terhadap orang tuanya, royalti pertamanya dia berikan kepada sang ibu di Kediri. "Karena ibu yang berjuang sendirian menyekolahkan saya," katanya.


Asisten Professor di JAIST (Japan Advanced Institute of Science and Technology ) ini masih terus mengasah kemampuannya. Meski berprestasi cemerlang di Jepang, Khorul Anwar menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia jika telah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.


Luar biasa bukan kisah anak bangsa indonesia yang memiliki prestasi cemerlang dimata dunia, ternyata bangsa Indonesia tak hanya sebagai bangsa pengguna namun dapat menjadi bangsa penemu dan sebagai pengubah serta memberikan gebrakan baru kepada dunia . Nah, kini giliran kita sebagai pemuda bangsa, sebagai penerus bangsa untuk tidak hanya sebagai penonton namun turut andil dalam memberikan perubahan kepada dunia. Bukanlah hal yang mustahil bagi kita untuk mengikuti jejak mereka karena ada istilah mengatakan “ You can if you think you can” ( Engkau Pasti Bisa Jika Engkau Berfikir Bisa ). Jadi Ayoooo tunjukan semangatmu untuk memberikan perubahan kepada dunia.